Apakah Berjenggot, Celana di Atas Mata Kaki, dan Bercadar Merupakan Ciri-ciri Teroris? (5) [Hukum Celana di Bawah Mata Kaki (Isbal)-2]

Artikel sebelumnya di: Apakah Berjenggot, Celana di Atas Mata Kaki, dan Bercadar Merupakan Ciri-ciri Teroris? (4) [Hukum Celana di Bawah Mata Kaki (Isbal)-1]

abul-jauzaa.blogspot.com/ abul-jauzaa.blogspot.com/

Tarjih, Pendapat yang Lebih Kuat

Pembahasan ini mencakup: hukum membawa mutlaq ke muqoyyad atas masalah ini dan kisah Abu Bakar As-Shiddiq (penjelasan takhrijnya akan datang) yang melakukannya bukan karena sombong. Mari kita ulas satu-persatu:

1. Hukum Membawa Mutlaq ke Muqoyyad

Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu bahwa pembahasan ini bukan masuk ke bab [العام و الخاص] “al-aam wal khosh”/umum dan khusus sehingga bisa tahksis, tetapi masuk ke bab [المطلق و المقيد] “al-muthlaq dan Al-muqoyyad”, karena ada sebab dan hukum. (http://alhijroh.com/fiqih-tazkiyatun-nafs/antara-isbal-dan-ushul-fiqh-pembahasan-ringan/)

Ada empat kondisi ihwal mutlaq dan muqoyyad yang saling berhadapan:

a. Keadaan pertama: Jika hukum dan sebabnya sama maka mutlaq harus dibawa ke muqoyyad berbeda dengan pendapat Abu Hanifah. Contohnya firman Allah:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَ الدَّمُ

Artinya: Diharamkan atas kalian (memakan) bangkai dan darah (Al-Maidah…

Lihat pos aslinya 2.876 kata lagi

Iklan

Apakah Berjenggot, Celana di Atas Mata Kaki, dan Bercadar Merupakan Ciri-ciri Teroris? (4) [Hukum Celana di Bawah Mata Kaki (Isbal)-1]

Artikel sebelumnya: Apakah Berjenggot, Celana di Atas Mata Kaki, dan Bercadar Merupakan Ciri-ciri Teroris? (3) [Bolehkah Mencukur Jenggot-3]

B. Hukum Celana Isbal di Bawah Mata Kaki (Isbal)

granadaprivat.wordpress.com

Masyarakat umum pun sudah menganggap bahwa hukum celana di bawah mata kaki (isbal) adalah boleh, selama tidak sombong. Barangkali mereka tidak memandang perselisihan ‘ulama tentang masalah ini, sehingga pelaku ‘celana ngatung’ pun dianggap ekstrim. Seandainya mereka mau sedikit ilmiah, niscaya mereka akan menghargai orang-orang yang takut larangan isbal dan tidak menggelari dengan sebutan ciri-ciri teroris, dan sebagainya. Mari kita telaah permasalahan ini secara lengkap.

Pentingnya Pembahasan Masalah Ini

Jika ada yang berkata : Ngapain membahas hukum isbal?, toh ini hanya permasalahan qusyur (kulit) agama, bukan masalah inti agama !!!

Kita katakan :

Para ulama dalam banyak tulisan-tulisan mereka telah menggandengkan antara hukum-hukum ibadah dan mu’amalah. Contohnya bisa kita lihat dalam buku-buku hadits seperti Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dan yang lainnya, demikian…

Lihat pos aslinya 2.474 kata lagi

Dampak Mengerikan Dibalik Pornografi

wow ilmu baru neh

Blog Abu Umamah™

Share dari tulisan salah seorang ikhwan di Kaskus….

Baca sampai akhir gan, bikin merinding

Sering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas. Just it ??? Ahhhhhh….. saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya. Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung menghilangkan dahaga penasaran itu,…… akhirnya saya sekarang tahu Bahayanya Pornografi Bagi Siapapun pecandunya ! Dan sekarang saya ingin berbagi kepada anda.

Saya yakin penjabaran saya akan menjelaskan secara krusial, intinya bahaya pornografi itu apa !

Jadi saya mohon banget perhatian anda sebentar !

Jadi kalau lagi chatting sambil ngakak-ngakak, lagi facebukan untuk ngomentarin status-status teman, lagi download lagu dan film, atau lagi ngeliat-ngeliat gambar…. Plise………. STOP dulu !!!

Baca artikel ini sampai selesai. Baru anda boleh melanjutkan kegiatan anda tadi. Oke ???

Lihat pos aslinya 2.820 kata lagi

HARI ITU AKAN SEGERA TIBA

HARI YANG DINANTI SEGERA TIBA

bermekaran bunga cinta di dalam hati
menggugah rasa, menyuburkan kasih sayang dan menenangkan jiwa
hari-hari berlalu dengan indahnya
menanti hari yang segera tiba

berpindahnya dan penghalalan yang dinanti
membuat diri berbunga dan berseri
untuk menciptakan keluarga yang harmoni
di bawah naungan dan hanya mengharap ridha Ilahi

Selasa, 17 Juni 2014, pukul 09.08 WIB
di tengah kesibukan bekerja, terbesit dan teruntai kata-kata indah nan mesra….

Kedudukan harta dalam islam

  1. 1.      Pendahuluan

Telah menjadi kemakluman bersama bahwa Allah menciptakan manusia di dunia untuk menjadi pengelola dan khalifah di bumi.  Allah pun menganugerahkan kekayaan dunia yang melimpah ruah kepada manusia untuk kesejahteraan hidup mereka.

Risalah islam diturunkan Allah untuk mengatur kehidupan manusia secara menyeluruh. Telah termaktub dalam Al-Quran bahwa islam telah sempurna dengan ditandai bahwa Allah ridha dan menyempurnakan islam dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW. Kemudian turunlah ayat ke-3  surat Al-Maidah

 

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا……

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu…….” (QS.Al-Maidah : 3)

Dengan diturunkan ayat ini maka telah sempurna risalah islam bagi umat manusia. Segala seluk beluk kehidupan manusia semua telah diatur rapi dalam syariat Allah ini.

Memasuki diskursus yang lebih mendalam tentang kesyumulan syariat islam ini, maka penulis akan lebih mengerucutkan masalah dalam pembahasan kedudukan harta dalam islam. Dimana telah menjadi rahasia umum bahwa segala yang menyangkut kebutuhan dan kemaslahatan manusia, sedikit banyak akan melibatkan penggunaan harta didalamnya. Maka dari itu, penulis akan sedikit menjabarkan kedudukan harta  dan bentuk penjagaan harta dalam islam sebagai bukti bahwa dalam syariat islam mengandung maslahat bagi umat islam.

  1. 2.      Pembahasan

 

Salah satu unsur dhoruriyat yang tidak bisa dilepaskan dari pencapaian maslahat bagi manusia adalah harta. Harta adalah bagian dari kehidupan dan maslahat kehidupan akan tegak dengannya. Firman Allah SWT :

 

وَلا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا….

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan..” (QS. An-NIsa’ : 5)

 

Namun, pengertian harta dewasa ini telah mengalami spesialisasi makna. Banyak orang yang berpikir secara spontan manakala disebut harta maka yang mereka bayangkan adalah uang, uang dan uang semata. Makna yang benar dari pengertian harta adalah segala apa yang dimanfaatkan atau disimpan manusia baik dari perhiasan , uang atau sebagainya dan itu merupakan dzat yang berharga.[1]

 

Sedangkan menurut KBBI, harta adalah 1 barang (uang dsb) yg menjadi kekayaan; barang milik seseorang; 2 kekayaan berwujud dan tidak berwujud yg bernilai dan yg menurut hukum dimiliki perusahaan.[2]

 

Sudah dipastikan dan tidak bisa dipungkiri bahwa setiap individu manusia membutuhkan harta dalam pemenuhan kebutuhannya. Baik itu kebutuhan duniawi maupun ukhrawi. Untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia pun membutuhkan harta misalnya kebutuhan primer manusia yang meliputi sandang, pangan dan papan. Semua itu membutuhkan harta dalam pemenuhannya, jika tidak dipenuhi maka akan timbul madhorot didalamnya.

 

Bisa kita ambil contoh beberapa  tragedi yang menimpa saudara kita di belahan bumi yang lain. Karena peperangan, bencana alam dan sebagainya yang membuat mereka kehilangan harta dan berdampak buruk dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

 

Ini adalah kejadian yang terjadi pada tiap pribadi individu yang dampaknya mungkin hanya terkotak dengan keadaan seseorang. Jika kita lihat dari kehidupan bermasyarakat maka,

 

  1. Umat adalah kumpulan dari berbagai individu dengan segala bentuk permasalahan yang mereka hadapi,sehingga jika ada satu undividu yang kekurangan  maka  itu menjadi PR dan permasalahan  umat juga.
  2. Umat yang berkumpul  akan menggunakan harta untuk bertaabud kepada Allah . Dengan berdirinya  daulah islamiyah yang dimulai dari proses berjamaah yang paling kecil, yaitu keluarga hingga  terbentuk pemerintahan muslim yang akan mengatur segala seluk beluk dan memperhatikan kebutuhan setiap muslim.  Sehingga, dalam permasalahan muamalah harta akan diatur sedemikian rupa sesuai dengan syariat islam dan jauh dari pengaruh system ekonomi konvensional.
  3. Dengan adanya harta di tangan umat maka akan menjadikan umat tidak lagi membutuhkan musuh-musuhnya dan memotong habis ketergantungan umat ada mereka.[3]

Fenomena yang terjadi adalah beberapa negara muslim yang masih dalam taraf negara berkembang selalu bergantung pada negara maju yang notebene mereka adalah negara kafir tulen. Persoalan kepemilikan harta adalah factor utama yang mendasarinya walaupun ada factor lain yang berperan didalamnya.

 

Beberapa faktor di atas membuktikan betapa pentingnya esensi dari harta dan menjadi dhoruriyah bagi umat bahkan bagi tegaknya daulah islamiyah.

 

            Dan kedudukan harta di dalam dien Islam bukanlah hanya untuk disimpan dan bukan untuk dihambur-hamburkan, melainkan digunakan secara maksimal untuk kemaslahatan umat dan negara.

 

Beberapa sarana dalam penjagaan harta yang diatur dalam islam, ada 2 point besar yang perlu kita perhatikan

 

  1. Dari sisi aplikasi pengadaan harta yaitu dengan dorongan atau motivasi untuk bekerja.

Telah penulis paparkan di atas bagaimana urgennya harta bagi kelangsungan hidup manusia di dunia dan sarana untuk menambah amalan kebaikan dengan saling berbagi. Maka dari itu Allah memerintahkan dan mendorong hamba-Nya untuk mencari harta yang telah Allah hamparkan di dunia ini. 

 

Islam telah memerintahkan kepada umatnya agar bertebaran di muka bumi dalam rangka untuk mencari rizki, mencela meminta-minta, dan melarangnya kecuali dalam kondisi terpaksa. hal ini dimaksudkan untuk memuliakan seorang muslim dari kehinaan dan memompa semangat serta menjaga kemuliaan dirinya.

     Banyak sekali nash-nash yang berbicara masalah ini, baik dari al-qur’an maupun al-hadits yang berkaitan tentang anjuran untuk bekerja keras.

 

     Keutamaan Mata Pencaharian dan bekerja

 

Alllah Ta’ala  berfirman :

وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

“Dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan” ( QS. An-Naba’ : 11 )

وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

“Dan kami adakan bagi kalian dimuka bumi itu sumber penghidupan, amat sedikitlah kalian bersyukur”  ( QS. Al-A’rof : 10 )

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ

“tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karuni (rezki hasil perniagaan) dari Robb kalian” ( QS. Al-Baqaroh : 198 )

فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ

“maka bertebaranlah kamu di muka bumi,  dan carilah karunia Allah.”

Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda :

 

ماأكل أحد طــــعاما قـط خيرا من أن يأكل من عمل يده وإنّ نبــيّالله داود كان يأكل من عـمل يـده

“Tidaklah sekali-kali seseorang makan makanan yang lebih baik dari pada makan dari kerja tangannya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Allah   Daud juga makan dari kerja tangannya sendiri” ( HR. Bukhari ).

 

     Para Nabi dan Rasul menjadi hamba-hamba Allah Ta’ala  yang memberikan keteladanan dalam mencari rizki. Mereka bekerja keras untuk membiayai nafkah keluarga mereka.

     Sebagaimana sabda Rasulullah  Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهٌِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ فَقَالَ أَصْحَابُهُ وَأَنْتَ فَقَالَ نَعَمْ كُنْتُ أَرٌٌْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ

Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi   bersabda,”Tidaklah Allah  mengutus seorang nabi pun, kecuali ia menggembala kambing. Para sahabat bertanya, “bagaimana dengan anda? Beliau manjawab,”Ya, saya juga menggembala kambing penduduk Mekkah degan upah beberapa keping dinar.”[4]

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ زَكَرِيَّاءُ نَجَّارًا

Dari Abu Hurairah  bahwasanya Rasulullah  bersabda, “Nabi Zakaria  adalah seorang tukang kayu.”[5]

     Demikianlah Rasulullah  senantiasa semangat bekerja keras tanpa perlu merasa rendah dengan pekerjaan yang dikerjakan.

 

عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَأْتِيَ بِحُزْمَةِ الْحَطَبِ عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا فَيَكُفَّ اللَّهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُ

Dari Zubair bin Awwam bahwasanya Nabi r bersabda, “salah seorang dari kalian membawa seutas tali dan mencari kayu bakar lalu memanggul di atas punggungnya lalu ia jual sehingga Allah  memenuhi kebutuhan hidupnya, adalah lebih baik baginya daripada mendatangi orang lain, kemudian ia meminta orang tersebut, baik orang itu memberinya atau tidak. “[6]   

Ibnu Abbas berkata : Adam seorang petani, Nuh tukang kayu, Idris penjahit, Ibrahim dan Luth petani, Sholeh pedagang, Daud pandai besi, Musa, Syu’aib dan Muhammad  pengemabala kambing.

     Sahabat Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu  berkata, “janganlah seorang dari kalian mengharap datangnya rizki dengan duduk berpangku tangan saja, sambil berdo’a, “Ya Allah, berilah rizki kepadaku’ padahal kalian sudah mengetahui bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas ataupun perak.”

     Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu  berkata, “Aku sangat membenci seseorang yang tidak berusaha (bekerja), baik untuk urusan dunianya maupun urusan akheratnya.”

     Imam Ahmad Rahimahullah ditanya : Apa komentar anda tentang seorang laki-laki yang hanya duduk dirumahnya atau dimesjid, sambil berkata, “aku tak perlu bekerja apapun, toh rizkiku akan datang sendiri’.

     Imam Ahmad menjawab : Dia adalah orang yang tidak mengetahui ilmu, apakah ia tidak pernah mendengar sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, “sesungguhnya Allah Ta’ala  menjadikan rezkiku dibawah lindungan tombakku.” Beliau juga pernah bersabda tatkala melihat seekor burung ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pada sore hari dalam keadaan kenyang’.

     Abu Sulaiman Ad-Darimi berkata, Ibadah menurut pandangan kami bukan berarti engkau membuat kedua kakimu kepayahan dan orang lain payah karena melayanimu. Tetapi mulailah dengan mengurus adonan rotimu, setelah itu beribadahlah. Jika ada yang berkata, ‘bukankah Abu Darda’ pernah berkata, ‘Perniagaan dan ibadah yang sama-sama dikerjakan, tidak akan bisa bersatu?’ Dapat dijawab sebagai berikut, “kita tidak mengatakan, bahwa bukan perniagaan itu sendiri yang dimaksudkan. Tetapi karena memang perniagaan sesuatu yang pasti dibutuhkan manusia, untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan menyerahkan kelebihannya kepada orang lain yang membutuhkan, Tapi jika yang dimaksud adalah perniagaan itu sendiri, menumpuk  harta, untuk membanggakan diri dan tujuan-tujuan (duniawi) lainnya, maka ini adalah sesuatu yang tercela. Jadi hendaknya ikatan yang bisa dihimpun dalam mata pencaharian ada empat perkara: Dilakukan secara sah, adil, bijak dan mementingkan agama. [7]

  1. Dari sisi penjagaan atau preventif ketidakberadaan harta yang telah diperoleh.
    1. Pengharaman pencarian harta dari hal yang haram

 

Islam sangat memperhatikan segala seluk beluk kehidupan manusia. Bahkan hingga sampai apa yang masuk ke dalam perut kita.

Allah berfirman :

 

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

 

dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui”. (QS. Al-Baqarah : 118)

 

  1. Pengharaman  menyiakan harta

 

Telah kita ketahui bersama betapa urgennya harta bagi kehidupan manusia. Baik untuk keberlangsungan hidua di dunia ataupun untuk menabung bekal yang akan dibawa saat menghadap Allah nanti.

 

Hingga Allah memerintahkan pada manusia untuk tidak menyiakan harta

 

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا(26) إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا(27)

 

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”(QS. Al-Isra’: 26)

 

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.( QS. Al-Isra’:27)”

 

Dan Rasulullah bersabda,

 

وقد نهى النبي : (عن إضاعة المال)[8]

 

 

 

  1. Pengsyariatan hudud dalam permasalahan kriminalitas harta

 

Kesempurnaan syariat islam dibuktikan dengann kesyumulan syariatnya yang mengatur kehidupan manusia dari hal yang terkecil hingga paling besar. Dalam masalah kepemilikan harta, islam memberi hukuman bagi yang mencuri atau menggunakan harta yang bukan miliknya maka akan dikenai had oleh qodhi. Yaitu pelaksanaan potong tangan.

 

Orang-orang yang mengatasnamakan membela HAM, menganggap bahwa ini hukuman yang kejam. Mereka berbicara dengan hawa nafsu bukan dari pemahaman islam yang benar.  Kalau kita lihat, hokum islam tidak pernah secara serampangan menegakkan syariatnya. Tetapi perlu tahqiq al-manath dan berbagai syarat sesuai syar’I yang menyebabkan dia terkena hokum had. Itulah keadilan islam, itulah kemuliaan islam dan itulah bukti kesyumulan islam.

 

  1. Ganti rugi dalam perusakan harta

 

Sudah menjadi kewajiban bagi peminjam barang, atau  penggosob yang tentu sesuai persyaratan secara syar’I untuk dikenai hukuman ganti rugi

 

  1. Masrui’yah  untuk mempertahankan harta

 

Rasulullah bersabda,

 

من قتل دون ماله فهو شهيد [9]

 

 

  1. Pencatatan utang dan saksi atasnya

 

Untuk melindungi status kepemilikan harta maka administrasi keuangan baik dalam bentuk apapun itu membutuhkan saksi untuk  menghilangkan kerugian di salah satu pihak dan  usaha untuk menjaga kemaslahatan harta.

 

  1. Pengumuman harta temuan

Satu lagi bukti bahwa syariat islam adalah paling sempurna  dan adil yaitu jika ada seseorang menemukan barang maka barang tersebut harus dikembalikan dengan persyaratan tertentu pula.

Bisa kita lihat bagaimana para fuqoha’ telah menjelaskan dengan jelas mengenai masalah ini dalam kitab-kitab fiqih mereka.

 

 

Telah penulis paparkan bagaimana pandangan islam mengenai harta yang menjadi hal yang urgen bagi kehiduan manusia. Akan penulis berikan contoh praktek penyalahgunaan harta yang sering kita jumpai di sekitar kita, yaitu praktek korupsi.

 

 

Pengertian Korupsi

 

Secara etimologis, kata korupsi berasal dari bahasa latin corruption atau corruptus, dari kata kerja corrumpre yang berarti rusak atau hancur. Sedangkan secara terminologis, sebagaimana dalam Undang-Undang RI no. 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU no. 20 th. 2001 tentang pemberantasan tidak korupsi, yang dimaksud korupsi adalah ; pertama, setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain dalam suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Kedua, setiap orang yang dengan tujuan menguntunkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.[10]

 

Pemahaman korupsi sendiri mulai populer di barat pada permulaan abad ke-19, setela revolusi Prancis, Inggris dan Amerika, yaitu ketika prinsip pemisahan antara keuangan umum atau keuangan negara dan keuangan pribadi mulai diterapkan dan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi khususnya dalam soal keuangan dianggap sebagai korupsi.[11]

 

Korupsi Dan Syari’at Islam

 

Setidaknya, landasan-landasan al-Qur’an dalam menetapkan hukum korupsi tertera dalam beberapa ayat berikut :

 

1. Surat Ali Imran : 161

 

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

 

Tidak mungkin seorang Nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, Maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.

 

2. Surat an-Nisa : 58

 

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.”

 

3. Surat Al-Baqarah : 188

 

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui.”

 

4. Surat Al-Zukhruf : 65

 

فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ أَلِيمٍ

 

“Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim Yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).”

 

5. Surat Al-Anfal : 27

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”

 

Demikianlah beberapa ayat-ayat al-Qur’an yang menjadi landasan penetapan hukum keharaman korupsi. Syari’at Islam diturunkan untuk mewujudkan kemaslahatan bagi umat Islam.

 

Salah satu hadits populer yang bercerita tentang korupsi adalah sebagai berikut :

 

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعُ بْنُ الْجَرَّاحِ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ عَدِيِّ بْنِ عَمِيرَةَ الْكِنْدِيِّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمْنَا مِخْيَطًا فَمَا فَوْقَهُ كَانَ غُلُولًا يَأْتِي بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ أَسْوَدُ مِنْ الْأَنْصَارِ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اقْبَلْ عَنِّي عَمَلَكَ قَالَ وَمَا لَكَ قَالَ سَمِعْتُكَ تَقُولُ كَذَا وَكَذَا قَالَ وَأَنَا أَقُولُهُ الْآنَ مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَلْيَجِئْ بِقَلِيلِهِ وَكَثِيرِهِ فَمَا أُوتِيَ مِنْهُ أَخَذَ وَمَا نُهِيَ عَنْه انْتَهَى

 

“Abu Bakr bin Aby Syaibah telah menceritakan kepada kami, Waki’ bin Jarah telah menceritakan kepada kami, Isma’il bin Khalid telah menceritakan kepada kami dari Qais bin Aby Hazim dari ‘Addy bin ‘Amirah al-Kindy ia berkata: saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa diantara kalian yang aku serahi suatu pekerjaan, kemudian dia menyembunyikan dari kami (meskipun) sebuah jarum atau sesuatu yang lebih kecil dari itu, maka itu adalah ghulul (korupsi) yang akan ia pertanggungjawabkan kelak di hari kiamat. Kemudian ‘Addy bin ‘Amirah berkata: lalu seorang laki-laki berkulit hitam dari Anshar – dan sepertinya saya pernah melihatnya – berdiri sambil berkata: wahai Rasulullah, kalau demikian, saya akan menarik kembali tugas yang anda berikan kepada saya, Rasulullah balik bertanya: ada apa denganmu ?, ia menjawab: saya mendengar anda berkata begini dan begini, Rasulullah berkata :sekarang aku sampaikan barangsiapa yang aku serahi suatu pekerjaan, hendaklah ia kerjakan sedikit banyaknya, apa yang dibolehkan untuknya ia boleh mengambilnya dan apa yang memang dilarang, maka hendaklah ia menahan dirinya.”[12]

 

Hadits di atas merupakan satu diantara sekian hadits Nabi yang menceritakan kasus ghulul. Terma ghulul sendiri dalam bahasa arab memiliki arti kalung besi ( thauqun min hadid ) dan kemudian dikonotasikan kepada pengkhianatan, kata Ghalla berarti akhana (berkhianat).  Dalam hadits di atas dijelaskan seperti apa perbuatan ghulul tersebut, yakni menyembunyikan / mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya ketika diserahi suatu pekerjaan. Dalam terma modern, ghulul dapat disamakan dengan korupsi, meskipun hanya merepresentasikan sebagian dari makna korupsi, karena sejatinya, korupsi dalam terminologis sekarang mencakup muatan makna pelanggaran yang beragam, semisal penggelapan ( ghulul ), Money Politics ( Risywah), pencurian ( sirqah), dsb. Korupsi sendiri merupakan penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Perilaku Pejabat publik, baik poltikus/politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

 

Contoh realita dari kasus suap, korupsi dan pencucian uang yang dilakukan oleh punggawa PKS, Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaq . Kasus ini menjadi berita hangat yang menjadi bahan pembicaraan di masyarakat. Sebuah partai dakwah berlabel islam pun terjerat kasus penyalahgunaan harta. Secara ilmu, sebenarnya mereka sudah mengetahui bagaimana konsep hifdzul mal dalam islam. Tetai godaan dan fitnah dunia telah menguasai hati dan pikiran mereka.[13]

 

Inilah salah satu contoh yang dapat penulis paparkan dalam persoalan penyalahgunaan harta dan jauh dari konsep hifdzul mal yang ada di dalam syariat islam yang sempurna.

 

  1. Kesimpulan

 

Dari paparan di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa konsep islam telah sempurna dalam melakukan hifdzul mal. Dimana islam telah menempatkan harta dalam posisi yang tepat untuk kemaslahatan umat. Bukan hanya semata-mata untuk disimpan, dihamburkan dan disalahgunakan seperti perlakuan kebanyakan orang dewasa ini.

 

Dengan mengetahui salah satu bentuk penyalahgunaan harta  maka kita bisa menghindari penyakit itu dan menjadikan kita lebih berhati-hati dengan penyakit yang lainnya.


[1] Maqashid Syariah Islamiyah, Muhammad Saad Al-Yubiy, hal. 276, darul Ibnu Jauziy, Madinah Munawaroh

[2] Tesaurus Indonesia, Tim Redaksi Tesaurus pusat bahasa, hal 186, Depatemen Pendidikan Nasional, 2008

[3] Maqashid Syariah Islamiyah, Muhammad Saad Al-Yubiy, hal. 277, darul Ibnu Jauziy, Madinah Munawaroh

[4]  (HR. Bukhari, kitabul ijarah, no.  2262).

[5] (HR. Muslim, kitabul fadhail. Ibnu Majjah kitabut tijarah dan Ahmad)

[6] (HR. Bukhari, kitabuz zakat 1471, An-Nasa’i kitabuz zakat dan Ahmad)

[7] Minhajul Qosidin: 99-100

[8] Hadist dari Bukhari dari shahihnya, kitab zakat (1477) 3/340

[9] Riwayat Bukhari dalam shahihnya, kitab madzolim (2480) 5/123

[10]  Amzulian Rifa’I, “ Praktik Korupsi Sstemis : Berdayakah hukum “, 5-6

[11] Yunahar Ilyas, dkk., Korupsi dalam Perspektif Agama-Agama (Yogyakarta: LP3 UMY, 2004), ix

[12] Sahih Muslim 3415, Sunan Abu Daud no. 3110,Musnad Ahmad no. 17.056

[13] Harian detik sore, 18 mei 2013 eDiSiNO. 851/TAHUN Ke-2

ATLANTIS = INDONESIA, BENARKAH ADANYA?????

ATLANTIS adalah INDONESIA,

 Benarkah??????

 

  1. Muqoddimah

Benua Atlantis adalah sebuah benua yang digambarkan benua yang sangat maju dan mempunyai tingkat peradaban yang tinggi. Diyakini peradaban-peradaban yang lahir pada masa itu berasal-muasal dari Atlantis.

Atlantis sudah menjadi pembicaraan hangat dari zaman ke zaman. Dimulai dari zaman sejak awal dikenalkannya Atlantis oleh Plato dengan segala pernyataannya yang dimana pada saat itu menjadi bahan pembicaraan setiap orang. Seiring berlalunya waktu, masalah Atlantis ini masih menjadi sebuah misteri. Sampai pada tahun 2005 seorang professor asal Brazil yang bernama Prof. Arysio Santos dalam bukunya yang berjudul The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005), yang di dalam bukunya menyatakan bahwa Indonesia adalah Atlantis. Tentu ini menjadi sebuah polemik baru bagi seluruh peneliti dan arkeolog dunia. Karena masalah tempat yang disinyalir sebagai Atlantis masih menjadi misteri dan masing-masing daerah banyak yang mengklaim bahwa merekalah keturunan Atlantis yang hilang. Dan para peneliti dalam negeri Indonesia pun masih banyak perdebatan. Ada yang mendukung pendapat Prof. Santos tadi. Akan tetapi, ada yang menolak dengan berbagai bukti ilmiah yang ada.

Maka dari itu, di sini penulis terdorong untuk membahas polemik yang ada dan berusaha menghadirkan berbagai macam pendapat tentang Atlantis ini. Dan penulis akan menarik kesimpulan dari berbagai pendapat yang ada.

  1. Pembahasan
  1. a.      Pengenalan Atlantis

Atlantis, Atalantis, atau Atlantika (bahasa Yunani: Ἀτλαντὶς νῆσος, “pulau Atlas”) adalah pulau legendaris yang pertama kali disebut oleh Plato dalam buku Timaeus dan Critias.

Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar “di seberang pilar-pilar Herkules“, dan memiliki angkatan laut yang menaklukkan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra “hanya dalam waktu satu hari satu malam”.[1]

Pada masanya pembicaraan masalah Atlantis hanya dianggap sebagai lelucon dan mitos saja. Dan dianggap itu hanyalah bentuk negara atau benua yang dikhayalkan Plato karena ketinggian peradaban dan majunya teknologinya.

  1. b.      Rahasia Atlantis
    1. a.      Berawal dari teori Plato

PLATO

Plato (427-347 SM) menulis sebuah buku berjudul Timaeus dan Critias. Isi buku itu menceritakan dialog-dialog yang memuat keberadaan Atlantis dengan gambaran detail yang menarik. Peta keberadaan benua itu sendiri ditunjukkan melalui kalimat-kalimat yang tertuang dalam bukunya. Banyak orang menafsirkan kalimat-kalimat itu menjadi sebuah peta menuju sisa-sisa Atlantis yang mungkin masih ada, Tidak semua orang paham dengan rahasia Atlantis yang sesungguhnya. Yang tersirat dari gambaran dalam buku Plato adalah seperti di bawah ini :

  1. Atlantis adalah sebuah negeri yang penuh kecerdasan, dengan kata lain semua orang yang hidup di zaman kerajaan Atlantis memiliki pengetahuan luas, berwawasan dan berkreativitas tinggi.
  2. Bisa berkomunikasi dengan binatang. Tingkah laku dan bahasa yang digunakan oleh para hewan di masa itu menjadi gambaran akan kehidupan yang rukun dan sejahtera, semua hidup berdampingan dengan damai.
  3. Memiliki lingkungan yang indah, tenang dan damai. Berkat karunia kecerdasan dan karakter manusianya yang pecinta damai, lingkungan tempat tinggal pun menjadi terpelihara dengan baik. Semua orang punya kesadaran sendiri untuk memelihara lingkungan tempat tinggalnya dan menjaganya tetap lestari.
  4. Memiliki teknologi tinggi. Pengetahuan dan kecerdasan yang dimiliki penghuni Atlantis membuat mereka menjadi kreatif dan terampil menciptakan berbagai inovasi demi kemajuan negerinya.
  5. Sistem pengobatan yang modern dan maju. Penghuni Atlantis memiliki teknik dan metode sendiri untuk memberikan pengobatan terhadap warganya yang sakit. Cara melakukan penyembuhan ini tergolong maju dan sulit untuk diimbangi oleh siapapun.
  6. Semua orang di Atlantis sangat peduli pada pendidikan setiap warganya. Semua orang diharapkan bisa belajar dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya demi kemajuan diri sendiri dan lingkungannya.[2]

Sebuah gambaran negeri yang sangat sempurna menurut Plato.

  1. b.      Lokasi Atlantis

Dalam bukunya Timaeus, Plato hanya memaparkan sedikit informasi dekriptif mengenai letak Atlantis :                                   Terjemahan Latin Timaeus, dibuat pada abad pertengahan.

Kekuatan ini datang dari samudera Atlantik. Pada waktu itu, samudera Atlantik dapay dilayari dan ada sebuah pulau yang terletak di hadapan selat yang engkau sebut pilar-pilar herkules. Pulau itu lebih luas dengan gabungan Libya dan Asia dan pilar-pilar ini juga merupakan pintu masuk ke pulau-pulau yang lain di sekitarnya, dan dari pulau-pulau itu engkau dapat sampai ke seluruh benua yang menjadi pembatas laut Atlantik. Laut yang ada di dalam pilar-pilar Herkules hanyalah sebuah pelabuhan yang memiliki pintu masuk yang sempit. Namun, laut yang di luarnya adalah laut yang sesungguhnya, dan benua yang mengelilinya dapat disebut benua tanpa batas. Di wilayah Atlantis ini, ada sebuah kerajaan yang memerintah keseluruhan pulau dan pulau lain di sekitarnya serta sebagian wilayah benua lainnya.” (Timaeus)

Tidak disebutkan dengan rinci tempat atau lokasi Atlantis yang pasti. Inilah yang membuat para peneliti berbeda penafsiran tentang letak Atlantis yang sebenarnya.

  1. c.       Peradaban Atlantis

Plato menggambarkan peradaban Atlantis dengan berbagai kelebihan hingga seolah-olah Atlantis adalah surga yang nyaman untuk ditinggali. Hingga kesuburan tanah dan kemajuan peradaban ini bisa dijadikan petunjuk untuk mencari Atlantis yang hilang.

“Tanah Atlantis adalah tanah yang terbaik di dunia dan karenanya mampu menampung pasukan dalam jumlah besaa. Tanah itu juga mendapatkan keuntungan dari curah hujan tahunan, memiliki persediaan yang melimpah di semua tempat.” (Critias)

“Inilah cara mereka hidup, mereka menjadi penjaga kaum mereka sendiri dan menjadi pemimpin bagi seluruh kaum Helenis yang dengan sukarela menjadi pengikut mereka. Lalu mereka juga menjaga jumlah perempuan dan laki-laki dalam yang sama untuk berjaga-jaga bila terjadi perang. Dengan cara mereka mengelola wilayah mereka dan seluruh wilayah Hellas dengan adil.  Atlantis menjadi sangat termasyhur di seluruh Eropa dan Asia karena ketampanan dan kebaikan hati para penduduknya.” (Critias)

“Mereka membangun kuil, istana dan pelabuhan-pelabuhan. Mereka juga mengatur seluruh wilayah dengan susuna berikut : pertama mereka membangun jembatan untuk menghubungkan wilayah air dengan daratan yang mengelilingi kota kuno. Lalu membuat jalan dari dan arah ke istana. Mereka membangun istana di tempat kediaman dewa-dewa dan nenek moyang mereka yang terus dipelihara oleh generasi berikutnya. Setiap raja menurunkan kemampuannya yang luar biasa kepada raja berikutnya hingga mereka mampu membangun bangunan yang luar biasa besar dan indah.”(Critias)

  1. d.      Kehancuran Atlantis

Satu lagi adalah dari kehancurannya. Konon, negara super maju ini hancur akibat bencana alam setelah mereka kelelahan saling berperang. Jika memang demikian adanya, tentu ini adalah suatu cara kehancuran yang dramatis.

“ Namun, sesudah itu muncul gempa bumi dan banir yang dahsyat. Dan dalam satu hari satu malam, semua penduduknya tenggelam ke dalam  perut bumi dan pulau Atlantis lenyap ke dalam samudra luas. Dan karena alasan inilah, bagian samudra di sana menjadi tidak dapat dilewati dan dijelajahi karena ada tumpukan yang diakibatkan oleh kehancuran pulau tersebut.” (Timaeus)

Itulah beberapa tulisan dari Plato yang mendeskripsikan tentang Atlantis. Dan inilah yang menjadi sebab awal adanya pembicaraan masalah Atlantis.

Sedangkan dalam literatur  modern disebutkan

Novel Francis Bacon tahun 1627, The New Atlantis (Atlantis Baru), mendeskripsikan komunitas utopia yang disebut Bensalem, terletak di pantai barat Amerika. Karakter dalam novel ini memberikan sejarah Atlantis yang mirip dengan catatan Plato. Tidak jelas apakah Bacon menyebut Amerika Utara atau Amerika Selatan.

Novel Isaac Newton tahun 1728, The Chronology of the Ancient Kingdoms Amended (Kronologi Kerajaan Kuno Berkembang), mempelajari berbagai hubungan mitologi dengan Atlantis.[3]

Pada pertengahan dan akhir abad ke-19, beberapa sarjana Mesoamerika, dimulai dari Charles Etienne Brasseur de Bourbourg, dan termasuk Edward Herbert Thompson dan Augustus Le Plongeon, menyatakan bahwa Atlantis berhubungan dengan peradaban Maya dan Aztek.

Pada tahun 1882, Ignatius L. Donnelly mempublikasikan Atlantis: the Antediluvian World. Karyanya menarik minat banyak orang terhadap Atlantis. Donnelly mengambil catatan Plato mengenai Atlantis dengan serius dan menyatakan bahwa semua peradaban kuno yang diketahui berasal dari kebudayaan Neolitik tingginya.

Lokasi yang diduga sebagai lokasi Atlantis adalah:

  1. c.       Pendapat yang menyatakan Atlantis adalah Indonesia

Penelitian dari Aryso Santos, ilmuwan  Brasil, yang selama 30 tahun meneliti tentang Atlantis menyimpulkan jika  Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Santos menulis buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of  Plato’s Lost Civilization” (2005)[5], yang menampilkan   33   perbandingan,   seperti   luas   wilayah,   cuaca,   kekayaan   alam,   gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia . Menurut buku yang dia tulis, Santos menyimpulkan yang tentunya tidak hanya berisi asumsi saja. Beberapa fakta yang ia yakini sebagai petunjuk bahwa Atlantis adalah Indonesia dipaparkan sebagai berikut.

  1. Atlantis adalah daratan dengan tanah yang subur, curah hujan tinggi jumlah kayu dan tumbuhan berlimpah (hutan) serta hewan beraneka rupa. Iklim dan kondisi seperti ini hanya ada di daerah tropis yang dimiliki Indonesia.
  2. Atlantis adalah negara kaya mineral, khususnya orichalcum (tembaga dan kuningan). Adapun merupakan penghasil tembaga terbesar ke-3 dunia
  3. Atlantis adalah negara kepulauan tempat kekuasaan Atlantis seluas Libya ditambah Asia kecil. Berada di sebuah pulau yang menguasai pulau-pulau lain dan sebagian benua. Jika dilihat dari hasil gambaran zaman es, ketika Paparan Sunda (Pulau  Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, bersatu dengan Asia)[6], menunjukkan area yang patut diduga sebagai Atlantis. Indonesia pun hingga sekarang dikenal sebagai kepulauan. Pendapat Santos ini seolah menguatkan pendapat kontroversial Oppenheimer soal letak Atlantis.
  4. Atlantis hancur karena bencana alam yang dahsyat. Jika kita telusuri, peristiwa tersebut mirip dengan catatan mengenai letusan Krakatau Purba. Kisah ini ada di sebuah teks Jawa Kuno (Pustaka Raja Purwa). Menceritakan bencana gempa bumi, air bah (tsunami), dan letusan gunung berapi. Karena dahsyatnya, banyak pulau yang dihuni tenggelam.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D sepakat dengan  pendapat yang dikemukakan oleh Santos mengenai lokasi Atlantis adalah Indonesia saat ini.[7] Berikut kutipan dari artikel yang dia tulis

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang. [8]

 

Sundaland ketika menjadi daratan selama Zaman Es (20.000 – 5.000 tahun yang lalu) dengan jaringan sungainya yang dikenal sebagai Sungai Sunda Utara yang mengalir di dasar Selat Karimata dan bermuara ke Laut Cina Selatan, dan Sungai Sunda Selatan yang mengalir di dasar Laut Jawa dan bermuara ke Selat Makassar (diunduh dari http://www.frontiers-of-anthropology.blogspot.com, 3-3-2012)

 

  1. d.      Pendapat yang menyanggah

Prof. DR. R.P Koesoemadinata[9] membantah statement dari Santos yang tertuang dalam bukunya “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of  Plato’s Lost Civilization” (2005).  Beliau memulai sanggahan dari pendapat Plato :

Menurut Plato, kehancuran Atlantis terjadi pada 9600 SM atau kira-kira 11.600 tahun yang lalu. Angka ini dalam Geologi dikenal sebagai awal Kala Holosen, satuan pembagian waktu geologis termuda.  Dari sudut pandang dan temuan-temuan geologis dan arkeologis itulah sebenarnya telah sangat jelas bahwa penenggelaman Sundaland (yang menurut Prof Santos menjadi inti Atlantis di Indonesia) tidak terjadi dalam satu malam, jangka waktu penenggelaman seperti diungkapkan Plato. Penenggelaman paparan luas itu terjadi secara evolutif memakan waktu ribuan tahun. Itupun bukan oleh suatu gempa bumi yang diikuti tsunami raksasa, tetapi akibat perubahan iklim berupa pemanasan global dari zaman es ke zaman antar es.

Dari sisi arkeologis, ketika Atlantis diperkirakan oleh Plato berjaya sampai sekitar 11.600 tahun yang lalu, peradaban Indonesia purba tidaklah semaju seperti yang digambarkan oleh Plato. Kehidupan purbakala saat itu masih berada pada Zaman Paleolitik. Masyarakatnya hidup terutama dari berburu dengan hanya menggunakan bahan-bahan alam dari batu, tulang, atau kayu/bambu, mungkin juga menangkap ikan. Mereka tinggal di gua-gua atau teras sungai dan pantai. Tidak ada pendapat satu pun yang menggolongkan budaya Paleolitik seperti itu sebagai budaya yang dianggap maju dan tinggi dalam pengertian yang sepadan ketika Plato menuliskan bukunya. Bandingkan di waktu yang sama, bangsa Mesir dan Yunani telah berperadaban tinggi, di antaranya sudah sanggup membuat piramid atau parthenon.

Setelah membaca bukunya, tadinya terpikir bahwa Profesor Santos akan berargumen dengan temuan-temuan baru geologis dan arkeologis di Indonesia. Namun alasannya rupanya lebih didasarkan pada argumen-argumen mitologis dan kebetulan-kebetulan atau kesamaan linguistik. Peta-peta dan buku-buku kuno Ramayana, Mahabarata, Iliad, dan lain-lain, serta dongeng-dongeng yang tersebar di seantero dunia dari tradisi Yahudi Kuno, Kristiani Awal, kepercayaan-kepercayaan pagan yang menyembah berhala, adalah referensi untuk menyatakan argumennya bahwa akhirnya benua Atlantis yang hilang telah ditemukan (di Indonesia), seperti judul bukunya.

Begitupun alasan-alasan dari sisi geologi lainnya sama sekali tidak mendasar. Akhir Atlantis menurut Santos adalah letusan dahsyat Gunung Krakatau (Proto Krakatau) pada 11.600 tahun lalu. Dari referensi geologi tidak pernah ada catatan penentuan umur produk letusan itu. Krakatau dianggap Pilar Herkules yang sesungguhnya dengan pendamping Gunung Dempo di Sumatera Selatan. Sayangnya, di geologi catatan tentang letusan Gunung Dempo sangatlah miskin dan juga belum pernah diketahui meletus dahsyat. Akhirnya Profesor Santos menggunakan argumen letusan Toba 74.000 tahun lalu yang jelas tidak cocok dengan berakhirnya Atlantis yang menurut Prof. Santos sendiri (tentunya mengutip Plato) berakhir 11.600 tahun yang lalu.

Profesor Santos menyatakan bahwa kesimpulan penemuan Atlantis di Indonesia itu adalah setelah melalui riset selama 30 tahun. Anehnya, dari berbagai penelusuran, jelas sekali bahwa belum sekali pun Profesor Santos mengunjungi Indonesia. Sebagai seorang doktor fisika nuklir (dan juga mengaku sebagai ahli geologi) ternyata karya-karya tulisnya hanya di seputar Atlantis saja. Argumennya sama sekali tidak mengacu kepada bidang fisika nuklir, bahkan pada analisis geologi yang kritis.

Ada satu hal yang semakin meragukan argumennya. Pada referensi bukunya, Profesor Santos ternyata tidak satu pun mengacu pada literatur tentang geologi dan arkeologi Indonesia. Padahal telah sangat banyak referensi tentang geologi, arkeologi, mitologi, sejarah, antropologi, dan lain sebagainya tentang Paparan Sunda, Sundaland, atau Indonesia, baik yang ditulis peneliti-peneliti Indonesia dalam bahasa Inggeris, maupun mancanegara/internasional. Misalnya buku paling lengkap membahas prasejarah Indonesia oleh Peter Bellwood[10] sama sekali tidak dirujuk.

Terdapat beberapa orang yang juga tidak percaya pendapat Profesor Santos. Di antaranya adalah Awang H. Satyana[11]. Kutipan berikut ini diambil dari resume yang diposting di milis iagi.net[12] dari tulisannya yang sangat panjang:

Tesis-tesis yang diajukan Profesor Santos dalam bukunya “Atlantis: the Lost Continent Finally Found” (2005) tidak mempunyai bukti dan argumentasi geologi. Sundaland adalah paparan benua stabil yang tenggelam pada 15.000 – 11.000 tahun yang lalu oleh proses deglasiasi akibat siklus perubahan iklim, bukan oleh erupsi volkanik. Erupsi supervolcano justru akan menyebabkan musim dingin dalam jangka panjang.

Tidak ada bukti letusan supervolcano Krakatau pada 11.600 tahun yang lalu. Letusan tertua Krakatau yang dapat diidentifikasi adalah pada tahun 460 AD. Gempa, erupsi volkanik dan tsunami tidak pernah disebabkan beban sedimen dan air laut pada dasar samudera, tetapi akibat interaksi lempeng-lempeng tektonik.

Migrasi manusia Indonesia (Sundaland) ke luar setelah penenggelaman Sundaland, bertolak belakang dengan bukti-bukti penelitian migrasi manusia modern secara biomolekuler.Karena mekanisme-mekanisme geologi yang diajukan Prof. Santos tidak mempunyai nalar geologi yang benar, maka sangat diragukan bahwa Indonesia (Sundaland) merupakan benua Atlantis.

Sundaland ketika menjadi daratan selama Zaman Es (20.000 – 5.000 tahun yang lalu) dengan jaringan sungainya yang dikenal sebagai Sungai Sunda Utara yang mengalir di dasar Selat Karimata dan bermuara ke Laut Cina Selatan, dan Sungai Sunda Selatan yang mengalir di dasar Laut Jawa dan bermuara ke Selat Makassar [13]

Memang, akhirnya buku Profesor Santos hanyalah buku yang penuh argumen yang tidak berdasarkan kepada temuan ilmiah. Profesor Thomas Djamaluddin, peneliti/astronom dari LAPAN, berpendapat bahwa teori Profesor Santos hanya akan menjadi pseudo-sains yang seolah-olah seperti sains tetapi cara pengungkapannya lebih hanya kepada opini-opini penulis sendiri yang didasarkan pada mitos dan legenda, dan tidak didukung bukti-bukti geologis atau arkeologis yang meyakinkan.[14]

  1. Kesimpulan

Dari semua pemaparan yang telah penulis tulis dari pendapat Prof. Dr Santos yang berasumsi bahwa letak Atlantis adalah Indonesia. Ternyata dimentahkan oleh para ilmuwan dari dalam negeri. Argumen Prof. Santos dibantah dari berbagai segi. Dengan ini penulis berkesimpulan lokasi Atlantis masih misteri dan menunggu kreativitas para ilmuwan, arkeolog untuk menemukan serta membuktikan secara ilmiah letak dari benua Atlantis yang sebenarnya. Atau bahkan dikarenakan banyaknya klaim dari berbagai pihak dan sampai sekarang belum diketahui kebenarannya, mungkin negara Atlantis hanyalah khayalan Plato saja.

Dari beberapa kutipan, dikatakan bahwa Plato sendiri mempunyai keyakinan bahwa mencari kenyataan bukanlah di dunia ragawi, tetapi melalui konsep atau pikiran. Jadi kemungkinan itu hanyalah bentuk bayangan dan pengharapan Plato akan adanya negara di belahan timur sana yang peradabannya maju, teknologi canggih ditambah hasil bumi yang melimpah.

Wallahu ‘alam bi showab.

Bahan bacaan

  1. http://www.atlan.org/articles/checklist/
  2. Konspirasi penggelapan sejarah Indonesia. Era muslim digest
  3. http://www.lautanindonesia.com/forum/index.php?topic=2185.60;wap2
  4. The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005)
  5. Plato, Timaeus and Critias
  6. Wikipedia.org
  7. Budibumi.com
  8. www.Anneahira.com
  9. Atlantis Sunda Land Holistic-Scientific Research Institute

[1] Wikipedia.org

[2] Plato: Timaeus and Criteas. Full version: Web archive backup: Timaeus, translated by Benjamin Jowett; alternative version with commentary.

[4] Konspirasi penggelapann sejarah Indonesia. Era muslim digest hal. 25

[5] Diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Ufuk pada tahun 2009 dan mulai diedarkan di awal 2010.

[6] Inilah yang disebut Sundaland. Dalam buku Eden The East (1999) oleh Oppenheimer, Dokter ahli genetic yang banyak mempelajari sejarah peradaban. Ia berpendapat bahwa Paparan Sunda (Sundaland) adalah merupakan cikal bakal peradaban kuno atau dalam bahasa agama sebagai TamanEden. Istilah ini diserap dari kata dalam bahasa Ibrani Gan Eden. Dalam bahasa Indonesia disebut Firdaus yang diserap dari kata Persia “Pairidaeza” yang arti sebenarnya adalah Taman. Menurut Oppenheimer, munculnya peradaban di Mesopotamia, Lembah Sungai Indus, dan Cina justru dipicu oleh kedatangan para migran dari Asia Tenggara. Landasan argumennya adalah etnografi, arkeologi, osenografi, mitologi, analisa DNA, dan linguistik. Ia mengemukakan bahwa di wilayah Sundaland sudah ada peradaban yang menjadi leluhur peradaban Timur Tengah 6.000 tahun silam. Suatu ketika datang banjir besar yang menyebabkan penduduk Sundaland berimigrasi ke barat yaitu ke Asia, Jepang, serta Pasifik. Mereka adalah leluhur Austronesia.

Rekonstruksi Oppenheimer diawali dari saat berakhirnya puncak Jaman Es (Last Glacial Maximum) sekitar 20.000 tahun yang lalu. Ketika itu, muka air laut masih sekitar 150 m di bawah muka air laut sekarang.

Kepulauan Indonesia bagian barat masih bergabung dengan benua Asia menjadi dataran luas yang dikenal sebagaiSundaland. Namun, ketika bumi memanas, timbunan es yang ada di kutub meleleh dan mengakibatkan banjir besar yang melanda dataran rendah di berbagai penjuru dunia.

Data geologi dan oseanografi mencatat setidaknya ada tiga banjir besar yang terjadi yaitu pada sekitar 14.000, 11.000, dan 8,000 tahun yang lalu. Banjir besar yang terakhir bahkan menaikkan muka air laut hingga 5-10 meter lebih tinggi dari yang sekarang. Wilayah yang paling parah dilanda banjir adalah Paparan Sunda dan pantai Cina Selatan.Sundaland malah menjadi pulau-pulau yang terpisah, antara lain Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumatera.

Padahal, waktu itu kawasan ini sudah cukup padat dihuni manusia prasejarah yang hidup sebagai petani dan nelayan. Bagi Oppenheimer, kisah ‘Banjir Nuh’ atau ‘Benua Atlantis yang hilang’ tidak lain adalah rekaman budaya yang mengabadikan fenomena alam dahsyat ini. Di kawasan Asia Tenggara, kisah atau legenda seperti ini juga masih tersebar luas di antara masyarakat tradisional, namun belum ada yang meneliti keterkaitan legenda dengan fenomena Taman Eden.

(Oki Oktariadi, peserta program Doktor Pengembangan Kewilayahan di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Jawa Barat dalam penelitian doktoralnya) INTERNATIONAL CONFERENCE ON NATURE, PHILOSOPHY AND CULTURE OF ANCIENT SUNDA CIVILIZATION: Reinventing Sunda in Strengthening The National Culture and Promoting Cultural Diversity

[7]  Beliau menulis sebuah artikel di Harian Umum Pikiran Rakyat (PR) 2 Otober 2006  dengan judul “Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia.”

[8] Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis

Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.

Sumber: http://www.lautanIndonesia.com/forum/index.php?topic=2185.60;wap2

[9] Gurubesar Emeritus Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (mantan ketua IAGI 1973-1975)

[10] (Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago, 1985; edisi Bahasa Indonesia diterbitkan Gramedia, 2000)

[11] ahli geologi dari BP Migas, beliau sempat didaulat untuk bedah buku Profesor Santos itu di akhir November 2009

[12] IAGI (International Association of Geosynthetic Installer )

[14] (http://nasional.vivanews.com/news/read/100793- ilmuwan_Indonesia__Atlantis_itu_pseudoscience. Diunduh Februari 2010).Image