cinta

 

1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

lanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

Ooohhhh cintaku . . . . . . . ? ? ? ?

* Berpikirlah tentang pendengaran Anda, karena Anda telah dihindarkan oleh Allah dari ketulian. Renungkanlah penglihatan Anda, karena Anda telah diselamatkan dari kebutaan. Lihatlah kulit Anda, karena Anda telah dijauhkan dari penyakit lepra atau kusta. Sadari pula akal Anda, karena Anda telah diberi nikmat dengan hadirnya akal dan tidak dikejutkan oleh kegilaan dan kedunguan.

* Menelusuri lembaran-lembaran masa lalu akan menghabiskan waktu dan membunuh masa sekarang. Tidak ada manfaatnya mengorek-ngorek jasad yang kemarin dan tidak ada gunanya menangisi orang yang telah mati

* Jangan engkau tutup pintu-pintu asa dan jangan melukai naluri obsesi. Jangan pula mengubur hidup-hidup janin kemauan. Sebab, selalu ada yang baru di bawah matahari. Yang telah berlalu jangan memengaruhimu dan jangan engkau bawa-bawa kesedihan masa lalu. Lihatlah ke dunia nyata dan rentangkan tanganmu. Sebab, barang siapa yang melakukan yang demikian itu dengan serius dan sadar, maka dialah WANITA YANG TERISTIMEWA.

* CINTA HAKIKI itu ibarat ‘cahaya’ yang menerangi jalan dan jalan menuju ‘cahaya’. Atau ruh kehidupan dan kehidupan bagi ruh.

* CINTA ADALAH UNGKAPAN PERASAAN JIWA, EKSPRESI HATI DAN GEJOLAK NALURI YANG MENGGELAYUTI HATI.

* Tingkatan cinta

Ø Istihsan ( anggapan baik )

Ø Takjub

Ø Rindu

Ø Kasmaran

* Seseorang yang sedang kasmaran ada tiga tingkatan. Tingkatan permulaan, pertengahan dan akhir.

Ø Pada tingkatan permulaan setiap orang harus segera menepisnya semaksimal mungkin apabila upaya untuk menuju tambahat hatinya diperkirakan tidak mungkin secara realita atau tidak diperbolehkan secara syar’i

Ø Namun apabila ia tidak mampu menahan kasmaran dan hatinya selalu dekat dengan kekasihnya, maka berati ia telah masuk pada tingkatan pertengahan

Ø Sedangkan tingkatan akhir, dalam hal ini ia harus merahasiakan perbuatannya, tidak perlu disebarluaskan kepada manusia. Jika ia tetap menyebarluaskan, maka berarti ia melakukan kezaliman terang-terangan.

* CINTA HAKIKI antara seorang laki-laki dan seorang perempuan harus berakhir dengan pernikahan. Pernikahan yang syar’I, secara terang-terangan, bukan nikah sirri, yang telah menipu sebagian pemuda kita. Hanya pernikahan saja yang mampu menenangkan jiwa. Masing-masing suami istri akan memperoleh ketentraman jiwa, sebagaimana yang difirmankan Allah :

ƒ

21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

* Barang siapa yang mengaku mencintai seseorang ketika baru melihatnya sekali, itu berarti menunjukan kesabaran yang sedikit, sehingga kesenanganya juga akan cepat berakhir. Begitu pula dalam segala sesuatu hal, semakin cepat tumbuhnya cepat pula hilangnya dan semakin lambat tercapainya semakin lambat juga sirnanya.

Firman Allah :

ƒ

31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

* Cinta diperoleh melalui proses waktu, lalu merekah da menjiwai diri kita. Adapun terkait dengan pandangan pertama, itu sebetulnya hanyalah rasa takjub yang berbuah cinta, namun terkadang tidak berbuah cinta, hanya sekedar takjub saja.

* Wahai orang yang bersaing di dunia, kapan Anda teringat saatnya Anda kesepian ditinggalkan oleh orang-orang tercinta? Jika maut mendatangi Anda, maka anda terkejut. Padahal terkejut tidak ada lagi gunanya.

* referensi

* Enkau Muslimah paling Istimewa, syarif Muhammad Syahata.

* Ajari Aku Cinta, Dr. Khalid Jamal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s