BAHAYA LISAN

عاصم خليل الله

 

Bencana lidah memang sangat beragam macamnya. Banyak yang kadang sifat ini menjadi tabiat manusia itu sendiri. Tetapi tak smua bisa dipukul rata. Bisa kita lihat sejarah dari kehidupan Abdullah bin Ubay bin Salul dengan berbagai macam permainan lidahnya pada zaman Rasulullah SAW. Yang seolah itu menjadi bumbu kehidupan sehari-hari dia. Kalau kita lihat dari dunia mahabarata. Tokoh Sengkuni lah yang mewakilinya. Secara tabiat memang dia berlidah dua yang mengakibatkan terjadinya peperangan hanya karena kata-kata yang keluar dari mulutnya. Dan akhirnya dia tewas dengan mulut yang sobek sampai belakang.(from my father).

Dua orang yang berteman penuh keakraban bisa dipisahkan dengan lisan.
Seorang bapak dan anak yang saling menyayangi dan menghormati pun bisa
dipisahkan karena lisan. Suami istri yang saling mencintai dan saling
menyayangi bisa dipisahkan dengan cepat karena lisan. Bahkan darah
seorang muslim dan mukmin yang suci serta bertauhid dapat tertumpah
karena lisan. Sungguh betapa besar bahaya lisan.

Satu-satunya cara yang bisa menyelamatkan dari bencana ini adalah diam. Seperti ungkapan diam itu emas jika ditempatkan pada tempat yang semestinya.

 

من يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له جنة

Siapa yang menjamin bagiku apa yang ada diantara dua tulang dagunya (lidah) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluannya), maka aku menjamin baginya surga” (Bukhari,Tirmidzi dan Ahmad)

Dan pada hadist yang lain menyebutkan,

“Iman seorang hamba tidak istiqamah sebelum hatinya istiqomah. Hatinya tidak istiqamah sebelum lidahnya istiqamah”. (Ahmad)

Juga pada hadit arbain ke-29.

Abu Darda’ berkata, “Aktifkan dua telingamu daripada mulutmu. Karena engkau diberi dua telinga dan satu mulut, agar engkau lebih banyak mendengar daripada berbicara”.

Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang bisa menjaga mulutnya, Allah akan tutupi keburukannya” HR. Abu Nuaim.

Ibnu Mas’ud berkata : “Tidak ada sesuatupun yang perlu lebih lama aku penjarakan dari pada mulutku sendiri”

BENCANA LIDAH

1.Perkataan yang tidak berguna. Waktu adalah modal yang telah Allah berikan pada kita. Maka kita seharusnya menggunakannya untuk hal-hal yang berguna,menahan lidah dari perkataan yang tidak berguna. Seolah kita berkesempatan mengambil mutiara dengan menyempatkan untuk berdzikir pada Allah tetapi kita hanya mengambil gumpalan pasir dengan meninggalkan dzikrullah dan memperbanyak perkataan yang tidak berguna. (Cek di hadist ke-12).

Penyakit ini disebabkan oleh keinginan kuat untuk mengetahui segala sesuatu. Atau basa-basi untuk menunjukkan perhatian dan kecintaan, atau sekedar mengisi waktu dengan cerita-cerita yang tidak berguna. Perbuatan ini termasuk dalam perbuatan tercela.
Lukman hakim pernah ditanya seseorang, “Apa yang membuatnya bisa mendapatkan hikmah itu?” dia menjawab, aku tidak menanyakan sesuatu yang kuanggap cukup dan aku tidak mengucapkan sesuatu yang tidak perlu.

  • Terapinya adalah dengan menyadarkan bahwa waktu adalah modal yang paling berharga. Jika tidak dipergunakan secara efektif maka akan merugikan diri sendiri. selanjutnya menyadari bahwa setiap kata yang keluar dari  mulut akan dimintai pertanggung jawabannya. ucapan yang keluar bisa menjadi tangga ke sorga atau jaring jebakan ke neraka. Secara aplikatif kita coba melatih diri senantiasa diam dari hal-hal yang tidak diperlukan.

     Tetapi realita sekarang ini malah menjadi keasyikan tersendiri dan menjadi profesi bagi pihak tertentu. Misal acara infotainment yang menjajakan berita yang kurang bermanfaat.

Ketika Nabi Daud membuat baju besi Lukman takjub tapi dia hikmahnya menahan untuk bertanya. Setelah selesai pembuatan baju besi itu Daud berkata, “sebaik-baik baju besi adalah untuk perang”.

Lukman berkata, “ Diam itu hikmah, namun sedikit orang yang melakukannya”.

2.Melibatkan diri dalam kebatilan, “take a part” dalam pembicaraan tentang maksiat atau kedurhakaan di tempat nongkrong miras dan tempat orang fasik. Macam kebatilan itu sangat banyak.

Hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi bersabda,

Sesungguhnya seorang hamba itu benar-benar mengucapkan suatu perkataan yang menjerumuskan ke dalam neraka, yang jarak jauhnya lebih dari timur dan barat”.(Muttafaqun alaihi dan Ahmad)

Juga termasuk di dalamnya perkataan yang disengaja untuk menjelekkan orang lain dan membuka kesalahan-kesalahan. Perdebatan hingga terkesan menunjukkan dia yang terhebat. Memang pada dasarnya kita perlu menjelaskan mana yang haq dan mana yang batil. Tetapi jika dia tidak menerimanya kita tidak perlu meradang atau marah. Ini jika berkaitan dengan masalah dien. Tapi jika menyangkut masalah dunia kita tidak perlu mendebatnya. Cara mengobati penyakit ini dengan menundukkan kesombongan bahwa dialah yang terhebat.

Yang lebih besar dari ini adalah pertengkaran. Yaitu pertengkaran dalam hal batil tanpa dilandasi pengetahuan. Maksud disini yang sering muncul adalah debat kusir. Mulut sampai berbusa tapi berkata tanpa makna dan pengetahuan.

3.  Taqa’ur fil-kalam maksudnya adalah menfasih-fasihkan ucapan dengan mamaksakan diri bersyaja’ dan menekan-nekan suara, atau penggunaan kata-kata asing. Dan disebutkan hadist dari Abu Tsa’labah bahwa orang yang paling dibenci dan yang paling jauh jaraknya dengan Rasulullah di Hari Kiamat nanti adalah orang yang paling buruk akhlaknya, paling banyak bicara dan berkata.

Begitu pula dalam pidato, kita tidak dilarang menggunakan jenis kata-kata yang bisa menggugah semangat,mengebu-gebu karena pidato atau orasi bertujuan memang untuk itu, tetapi kita tetap tidak diperbolehkan untuk terlalu berlebihan di dalamnya. Karena segala hal yang berlebihan itu tidak baik.

4.Berkata keji, suka mencela, dan mengumpat.semua ini tercela dan dilarang.

إياكم و الفحش فإن الله لا يحب الفحش ولا تفحش

Jauhilah perbuatan keji, karena Allah tidak menyukai perkataan keji dan mengata-ngatai dengan perkataan keji”. (Ibnu Hibban,Ahmad dan Bukhari)

ketahuilah bahwa perkataan keji adalah pengungkapan sesuatu yang buruk dengan kalimat yang jelas dan langsung. Biasanya kosa kata banyak di dapatkan masalah jimak. Muslim yang baik pasti segera menghindar dari bencana yang satu ini jika dia masih mempunyai rasa tata krama dalam akhlaknya.

5.Bercanda..diperbolehkan yang ringan-ringan dan benar serta jujur. Karena Rasulullah ppun juga bercanda dan tidak mengatakan kecuali yang benar. Contoh bercanda dengan seorang nenek yang meminta untuk dimasukkan kedalam surga, “Sesungguhnya tidak ada yang masuk surga dlam keadaan tua renta. Kemudian Rasulullah membaca ayat

“Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”

(QS Al-Waqiah : 36-37)

Dalam bercanda Rasulullah ini telah disepakati 3 hal :

1.Tidak berbicara kecuali yang benar

2.Sering dilakukan terhadap wanita dan anak-anak serta orang laki-laki lemah yag membutuhkan bimbingan

3.Dilakukan jarang-jarang. Jadi tidak boleh terus-menerus bercanda. Karena itu dapat mengurangi karisma dan bahkan bisa memancing kedengkian.

Umar bin Khatthab berkata : “Barang siapa yang banyak bercanda, maka ia akan diremehkan/dianggap hina”.

6.Mengejek dan menghina,maksudnya adalah menghina dan mengolok-olok, menyebut aib agar menjadi bahan tertawaan. Hal ini tidak hanya bisa dengan perkataan saja, denga perbuatan dan isyarat pun terkadang menyakiti sesaeorang. Dan ingat belum tentu kita lebih baik dari orang yang kita olok-olok bahkan justru kita lebih buruk daripadanya. Akhlak muslim yang karimah tak akan pernah menyerempet permasalahan ini.

7.Membocorkan rahasia, melanggar janji, berdusta dalam perkataan dan sumpah. Dan ini termasuk pebuatan yang menjurus ke arah kemunafikan. Semua ini dilarang, tetapi ada kebohongan yang diperbolehkan seperti dusta di hadapan istri untuk menyenangkannya dan siasat perang.

Contoh pada saat perang badar..

Jelasnya jika ada perbuatan kebaikan yang tidak akan terlaksana jika kebohongan tidak dilakukan maka boleh berbohong. Namun kita harus berusaha untuk menghindarinya.

عاصم خليل الله

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s