Apakah Berjenggot, Celana di Atas Mata Kaki, dan Bercadar Merupakan Ciri-ciri Teroris? (5) [Hukum Celana di Bawah Mata Kaki (Isbal)-2]

Artikel sebelumnya di: Apakah Berjenggot, Celana di Atas Mata Kaki, dan Bercadar Merupakan Ciri-ciri Teroris? (4) [Hukum Celana di Bawah Mata Kaki (Isbal)-1]

abul-jauzaa.blogspot.com/ abul-jauzaa.blogspot.com/

Tarjih, Pendapat yang Lebih Kuat

Pembahasan ini mencakup: hukum membawa mutlaq ke muqoyyad atas masalah ini dan kisah Abu Bakar As-Shiddiq (penjelasan takhrijnya akan datang) yang melakukannya bukan karena sombong. Mari kita ulas satu-persatu:

1. Hukum Membawa Mutlaq ke Muqoyyad

Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu bahwa pembahasan ini bukan masuk ke bab [العام و الخاص] “al-aam wal khosh”/umum dan khusus sehingga bisa tahksis, tetapi masuk ke bab [المطلق و المقيد] “al-muthlaq dan Al-muqoyyad”, karena ada sebab dan hukum. (http://alhijroh.com/fiqih-tazkiyatun-nafs/antara-isbal-dan-ushul-fiqh-pembahasan-ringan/)

Ada empat kondisi ihwal mutlaq dan muqoyyad yang saling berhadapan:

a. Keadaan pertama: Jika hukum dan sebabnya sama maka mutlaq harus dibawa ke muqoyyad berbeda dengan pendapat Abu Hanifah. Contohnya firman Allah:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَ الدَّمُ

Artinya: Diharamkan atas kalian (memakan) bangkai dan darah (Al-Maidah…

Lihat pos aslinya 2.876 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s